Surah An Naba Ayat 1-40 Arab, Latin dan Artinya [Amma Yatasaalun]

By | Februari 18, 2018

Bacaan Surah An Naba Ayat 1-40 Arab, Latin dan Artinya.
Adalah surah yang ke-78, terdiri dari 40 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah Makkiyyah karena turun di kota Mekkah.

Surah An Naba ini mempunyai nama lain yaitu: ‘Amma Yatasaa alun.

Al Hadits
An Naba Ayat 1:
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Hasan Al-Bashri menyebutkan, “Ketika Rasululllah diutus, kaum musyrikin saling bertanya di antara mereka. Di antara pertanyaan yang mereka ajukan adalah mengenai hari terjadinya Kiamat.” Maka dari itu, turunlah ayat ini. (Lubabun Nuqul: 208)
An Naba Ayat 31:
Hadits riwayat Anas bin Malik r.a. dia berkata, “Ketika turun ayat,’Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu,’ sampai pada firman-Nya,’Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.‘ Sepulang dari Hudaibiah, mereka digeluti rasa sedih bercampur gundah. Setelah beliau menyembelih kurban di Hudaibiyah beliau bersabda,’Telah diturunkan kepadaku sebuah ayat lebih aku sukai daripada seluruh isi dunia.” (HR Muslim, 3341)

Baca juga
Surah sesudahnya: An Nazi’at

النَّبَإ
An Naba: Berita Besar

عَمَّ يَتَسَآءَلُوْنَ ﴿النبإ:١

‘amma yatasaa-aluun

1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?


عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيْمِ ﴿النبإ:٢

‘anin naba-il ‘adziim

2. Tentang berita yang besar (hari berbangkit),


الَّذِى هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَ ﴿النبإ:٣

alladzii humfiihi mukhtalifuun

3. yang dalam itu mereka berselisih.


كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ ﴿النبإ:٤

kallaa saya’lamuun

4. Tidak![1] Kelak mereka akan mengetahui,


ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ ﴿النبإ:٥

tsumma kallaa saya’lamuun

5. sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.


أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهٰدًا ﴿النبإ:٦

alam naj’alil ardho mihaadaa

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,


وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ﴿النبإ:٧

wal jibaala autaadaa

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,


وَخَلَقْنٰكُمْ أَزْوٰجًا ﴿النبإ:٨

wakholaqnaakum azwaajaa

8. Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,


وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ﴿النبإ:٩

waja’alnaa naumakum subaataa

9. dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,


وَجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًا ﴿النبإ:١۰

waja’alnal laila libaasaa

10. dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,[2]


وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ﴿النبإ:١١

waja’alnan nahaaro ma’aasyaa

11. dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,


وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ﴿النبإ:١٢

wabanainaa fauqokum sab’ang syidaadaa

12. dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,


وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا ﴿النبإ:١٣

waja’alnaa siroojaw wahhaajaa

13. dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),


وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا ﴿النبإ:١٤

wa-angzalnaa minal mu’shirooti maa-ang tsajjaajaa

14. dan Kami turunnkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,


لِّنُخْرِجَ بِهٖۦ حَبًّا وَنَبَاتًا ﴿النبإ:١٥

linukhrija bihii habbaw wanabaataa

15. untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,


وَجَنّٰتٍ أَلْفَافًا ﴿النبإ:١٦

wajannaatin alfaafaa

16. dan kebun-kebun yang rindang.


إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقٰتًا ﴿النبإ:١٧

inna yaumal fashli kaana miiqootaa

17. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,


يَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ أَفْوَاجًا ﴿النبإ:١٨

yauma yungfakhu fish shuuri fata’tuuna afwaajaa

18. (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,


وَفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوٰبًا ﴿النبإ:١٩

wafutihatis samaa-u fakaanat abwaabaa

19. dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,


وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ﴿النبإ:٢۰

wasuyyirotil jibaalu fakaanat saroobaa

20. dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.


إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ﴿النبإ:٢١

inna jahannama kaanat mirshoodaa

21. Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),


لِّلطّٰغِيْنَ مَـأٰبًا ﴿النبإ:٢٢

liththooghiina ma-aabaa

22. menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.


لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ أَحْقَابًا ﴿النبإ:٢٣

laabitsiina fiihaa ahqoobaa

23. Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,


لَّا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ﴿النبإ:٢٤

laa yadzuuquuna fiihaa bardaw walaa syaroobaa

24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan (pula mendapat) minuman,


إِلَّا حَمِيْمًا وَغَسَّاقًا ﴿النبإ:٢٥

illaa hamiimaw waghossaaqoo

25. selain air yang mendidih dan nanah,


جَزَآءً وِفَاقًا ﴿النبإ:٢٦

jazaa-aw wifaaqoo

26. sebagai pembalasan yang setimpal.


إِنَّهُمْ كَانُوا۟ لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًا ﴿النبإ:٢٧

innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa

27. Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan penghitungan,


وَكَذَّبُوا۟ بِـأٰيٰتِنَا كِذَّابًا ﴿النبإ:٢٨

wakadzdzabuu bi-aayaatinaa kidzdzaabaa

28. dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami,


وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًا ﴿النبإ:٢٩

wakulla syai-in ahshoinaahu kitaabaa

29. dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab (buku catatan amalan manusia).


فَذُوْقُوا۟ فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ﴿النبإ:٣۰

fadzuuquu falan naziidakum illaa ‘adzaabaa

30. Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.


إِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا ﴿النبإ:٣١

inna lil muttaqiina mafaazaa

31. Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,


حَدَآئِقَ وَأَعْنٰبًا ﴿النبإ:٣٢

hadaa-iqo wa a’naabaa

32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,


وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴿النبإ:٣٣

wakawaa’iba atroobaa

33. dan gadis-gadis cantik yang sebaya,


وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿النبإ:٣٤

waka’san dihaaqoo

34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).


لَّا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَلَا كِذّٰبًا ﴿النبإ:٣٥

laa yasma’uuna fiihaa laghwaw walaa kidzdzaabaa

35. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta,


جَزَآءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا ﴿النبإ:٣٦

jazaa-am mirrobbika ‘athoo-an hisaabaa

36. Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,


رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًا ﴿النبإ:٣٧

robbis samaawaati wal ardhi wamaa bainahumar rohmaan, laa yamlikuuna minhu khithoobaa

37. Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.


يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿النبإ:٣٨

yauma yaquumur ruuhu wal malaa-ikatu shoffaa, laa yatakallamuuna illaa man adzina lahur rohmaanu waqoola showaabaa

38. Pada hari, ketika ruh[3] dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.


ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـأٰبًا ﴿النبإ:٣٩

dzaalikal yaumul haq, famang syaa-at takhodza ilaa robbihii ma-aabaa

39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.


إِنَّآ أَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكَافِرُ يٰلَيْتَنِى كُنْتُ تُرٰبًۢا ﴿النبإ:٤۰

innaa angdzarnaakum ‘adzaabang qoriibay yauma yangdzurul mar-umaa qoddamat yadaahu wayaquulul kaafiru yaalaitanii kuntu turoobaa

40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”


Video Murottal Surah An Naba



[1] Sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

[2] Malam itu disebut sebagai “pakaian” karena malam itu gelap menutupi jagat sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.

[3] Para mufasir mempunyai pendapat yang berbeda tentang maksud “ruh” dalam ayat ini. Ada yang mengatakan “Jibril”, ada yang mengatakan “tentara Allah”, dan ada pula yang mengatakan “roh manusia”.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *