Surah An Nazi’at Ayat 1-46 Arab, Latin, dan Artinya

By | Februari 16, 2018

Bacaan Surah An Nazi’at Ayat 1-46 Arab, Latin, dan Artinya.
Ini adalah surah yang ke-79, terdiri dari 46 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah Makkiyyah karena turun di kota Mekah.

Nama lain dari surah An Nazi’at ini adalah As Sahirah (diambil dari ayat 14), dan Ath Thammah ((diambil dari ayat 34).

Baca juga
Surah sebelumnya: An Naba’
Surah setelahnya: ‘Abasa

اَلنَّازِعَات
An Nazi’at: Malaikat Yang Mencabut Nyawa


وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًا ﴿النازعات:١

wannaazi’aati ghorqoo

1. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.


وَالنّٰشِطٰتِ نَشْطًا ﴿النازعات:٢

wannaasyithooti nasythoo

2. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.


وَالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا ﴿النازعات:٣

wassaabihaati sabhaa

3. Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,.


فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا ﴿النازعات:٤

fassaabiqooti sabqoo

4. dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,


فَالْمُدَبِّرٰتِ أَمْرًا ﴿النازعات:٥

falmudabbirooti amroo

5. dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia)[1].


يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ﴿النازعات:٦

yauma tarjufur roojifah

6. (Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,


تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ﴿النازعات:٧

tatba’uhaar roodifah

7. (tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.


قُلُوْبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿النازعات:٨

quluubuy yauma-idziw waajifah

8. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,


أَبْصٰرُهَا خٰشِعَةٌ ﴿النازعات:٩

abshooruhaa khoosyi’ah

9. pandangannya tunduk.


يَقُوْلُوْنَ أَءِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِ ﴿النازعات:١۰

yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fil haafiroh

10. (Orang-orang kafir) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?[2]


أَءِذَا كُنَّا عِظٰمًا نَّخِرَةً ﴿النازعات:١١

a-idzaa kunnaa ‘idzooman nakhiroh

11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur?”


قَالُوا۟ تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ﴿النازعات:١٢

qooluu tilka idzaa karrotun khoosiroh

12. Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”


فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وٰحِدَةٌ ﴿النازعات:١٣

fa-innamaa hiya zajrotuw waahidah

13. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.


فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ ﴿النازعات:١٤

fa-idzaa humm bissaahiroh

14. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).


هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيْثُ مُوْسَىٰٓ ﴿النازعات:١٥

hal ataaka hadiitsu muusaa

15. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?


إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿النازعات:١٦

idz naadaahu robbuhuu bilwaadil muqoddasi thuwaa

16. Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) ke lembah suci yaitu Lembah Tuwa;


اِذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهٗ طَغَىٰ ﴿النازعات:١٧

idzhab ilaa fir’auna innahuu thoghoo

17. pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,


فَقُلْ هَلْ لَّكَ إِلَىٰٓ أَنْ تَزَكَّىٰ ﴿النازعات:١٨

faqul hallaka ilaa angtazakkaa

18. maka katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),


وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ﴿النازعات:١٩

wa-ahdiyaka ilaa robbika fatakhsyaa

19. dan engkau akan kupimpin kejalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”


فَأَرَىٰهُ الْأٓيَةَ الْكُبْرَىٰ ﴿النازعات:٢۰

fa-aroohul aayatal kubroo

20. Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.


فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿النازعات:٢١

fakadzdzaba wa’ashoo

21. Tetapi dia (Fir’aun) mendustakan dan mendurhakai.


ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ ﴿النازعات:٢٢

tsumma adbaro yas’aa

22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).


فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿النازعات:٢٣

fahasyaro fanaadaa

23. Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).


فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ ﴿النازعات:٢٤

faqoola ana robbukumul a’laa

24. (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”


فَأَخَذَهُ اللهُ نَكَالَ الْأٓخِرَةِ وَالْأُولَىٰٓ ﴿النازعات:٢٥

fa-akhodzahulloohu nakaalal aakhiroti wal uulaa

25. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.


إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَخْشَىٰٓ ﴿النازعات:٢٦

inna fii dzaalika la’ibrotal limay yakhsyaa

26. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).


ءَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَآءُ ۚ بَنَىٰهَا ﴿النازعات:٢٧

a-angtum asyaddu kholqon amissamaa-u banaahaa

27. Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?


رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّىٰهَا ﴿النازعات:٢٨

rofa’a samkahaa fasawwaahaa

28. Dia telah meninggikan bangunanannya lalu menyempurnakannya,


وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَىٰهَا ﴿النازعات:٢٩

wa-aghthosya lailahaa wa-akhroja dhuhaahaa

29. dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).


وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحَىٰهَآ ﴿النازعات:٣۰

wal ardho ba’da dzaalika dahaahaa

30. Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.


أَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعَىٰهَا ﴿النازعات:٣١

akhroja minhaa maa-ahaa wamar’aahaa

31. Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.


وَالْجِبَالَ أَرْسَىٰهَا ﴿النازعات:٣٢

wal jibaala arsaahaa

32. Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.


مَتٰعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعٰمِكُمْ ﴿النازعات:٣٣

mataa’al lakum wali-an ‘aamikum

33. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.


فَإِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الْكُبْرَىٰ ﴿النازعات:٣٤

fa-idzaa jaa-atith thoommatul kubroo

34. Maka apabila malapetaka besar (hari kiamat) telah datang,


يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسٰنُ مَا سَعَىٰ ﴿النازعات:٣٥

yauma yatadzakkarul ingsaanu maa sa’aa

35. yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,


وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَرَىٰ ﴿النازعات:٣٦

waburrizatil jahiimu limay yaroo

36. dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.


فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ ﴿النازعات:٣٧

fa-ammaa man thoghoo

37. Maka ada pun orang yang melampaui batas,


وَءَاثَرَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا ﴿النازعات:٣٨

wa-aatsarol hayaatad dun-yaa

38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,


فَإِنَّ الْجَحِيْمَ هِىَ الْمَأْوَىٰ ﴿النازعات:٣٩

fa-innal jahiima hiyal ma’waa

39. maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.


وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿النازعات:٤۰

wa-ammaa man khoofa maqooma robbihii wanahannafsa ‘anil hawaa

40. Dan ada pun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,


فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِىَ الْمَأْوَىٰ ﴿النازعات:٤١

fa-innal jannata hiyal ma’waa

41. maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).


يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ﴿النازعات:٤٢

yas-aluunaka ‘anissaa’ati ayyaana mursaahaa

42. Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, “Kapankah terjadinya?”


فِيْمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَىٰهَآ ﴿النازعات:٤٣

fiima anta min dzikroohaa

43. Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?


إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَىٰهَآ ﴿النازعات:٤٤

ilaa robbika muntahaahaa

44. Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).


إِنَّمَآ أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَىٰهَا ﴿النازعات:٤٥

innamaa anta mungdziru mayyakhsyaahaa

45. Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat).


كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا ﴿النازعات:٤٦

ka-annahum yauma yaraunahaa lam yalbatsuu illaa ‘asyiyyatan au dhuhaahaa

46. Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.


Video Murottal Surah An Nazi’at



[1] Dalam ayat 1-5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang bermacam-macam sifat dan urusannya bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebagian mufasir berpendapat bahwa dalam ayat-ayat ini, kecuali ayat 5, Allah bersumpah dengan bintang-bintang.

[2] Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan setelah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *