Surah Al ‘Alaq Ayat 1-19 Arab, Latin, dan Artinya

By | Januari 22, 2018

Bacaan Surah Al ‘Alaq Ayat 1-19 Arab, Latin, dan Artinya.
Ini adalah surah yang ke-96, terdiri dari 19 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah Makkiyyah karena turun di kota Mekah.

Ayat 1 – 5 dari surah Al ‘Alaq ini adalah ayat yang pertama kali diturunkan. Di mana, waktu itu Nabi Muhammad sedang bertafakkur di gua Hira. Surah ini dinamai juga dengan Iqra’ atau Al Qalam, menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Akan tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.

Baca juga:
Surah sebelumnya: At Tin
Surah setelahnya: Al Qadr

الْعَلَق
Al ‘Alaq: Segumpal Darah


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ ﴿العلق:١

iqro’ bismirobbikalladzii kholaq

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,


خَلَقَ الْإِنْسٰنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿العلق:٢

kholaqol insaana min ‘alaq

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah


اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿العلق:٣

iqro’ warobbukal akrom

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia


الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿العلق:٤

alladzii ‘allama bil qolam

4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.


عَلَّمَ الْإِنْسٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿العلق:٥

‘allamal insaana maa lam ya’lam

5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.


كَلَّآ إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَيَطْغَىٰٓ ﴿العلق:٦

kallaa innal insaana layath-ghoo

6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas


أَنْ رَّءَاهُ اسْتَغْنَىٰٓ ﴿العلق:٧

arro-aahus taghnaa

7. apabila melihat dirinya serba cukup.


إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰٓ ﴿العلق:٨

inna ilaa robbikar ruj’aa

8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).


أَرَءَيْتَ الَّذِى يَنْهَىٰ ﴿العلق:٩

aro-aital ladzii yanhaa

9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,


عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ ﴿العلق:١۰

‘abdan idzaa shollaa

10. seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat, (1)


أَرَءَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَىٰٓ ﴿العلق:١١

aro-aita ingkaana ‘alal hudaa

11. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang shalat itu) berada di atas kebenaran (petunnjuk).


أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰٓ ﴿العلق:١٢

au amaro bit taqwaa

12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?


أَرَءَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿العلق:١٣

aro-aita ing kadzdzaba watawallaa

13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?


أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللهَ يَرَىٰ ﴿العلق:١٤

alam ya’lam bi annallooha yaroo

14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?


كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِ ﴿العلق:١٥

kallaa la-il lam yantahii lanasfa’am bin naashiyah

15. Sekali-kali tidak! Sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka).


نَاصِيَةٍ كٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ﴿العلق:١٦

naashiyating kaadzibatin khooti-ah

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.


فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗ ﴿العلق:١٧

falyad’u naadiyah

17. Maka biaarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).


سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ﴿العلق:١٨

sanad’uz zabaaniyah

18. Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa),


كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ﴿العلق:١٩

kallaa laa tuthi’hu wasjud waqtarib

19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).


Video Murottal Surah Al ‘Alaq



(1) Yang melarang adalah Abu Jahal dan yang dilarang ialah Rasulullah. Tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat, disampaikannya berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan, “Kalau Abu Jahal berbuat demikian, niscaya dia akan dibinasakan oleh malaikat”.

Catatan:
Pada surah Al ‘Alaq ini terdapat ayat sajdah, yaitu pada ayat terakhir (19): وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
Sebagaimana kita ketahui bahwa Ayat sajdah adalah ayat yang didalamnya terdapat perintah sujud dari Allah Swt. Apabila kita membaca atau mendengar ayat sajdah, baik didalam shalat atau di luar shalat maka disunahkan untuk bersujud terlebih dahulu.

Bacaan sujud tilawah:

سَجَدَوَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهٗ وَصَوَّرَهٗ وَشَقَّ سَمْعَهٗ وَبَصَرَهٗ بِحَوْلِهٖ وَقُوَّتِهٖ فَتَبـَـارَكَ اللّٰهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Wajahku telah bersujud kepada yang telah menciptakannya, memisahkan (memfungsikan) pendengaran dan penglihatannya dengan kemampuan dan kekuatan-Nya. Mahasuci Allah sebaik-baik Pencipta.”

2 macam cara melakukannya:
1. Sedang shalat: apabila sampai pada ayat sajdah, lalu turun dari berdiri untuk bersujud tilawah. Kemudian berdiri kembali untuk melanjutkan bacaan surah atau menyempurnakan shalat.
2. Diluar shalat: apabila sampai pada ayat sajdah, lalu niat bersujud tilawah dan bertakbir (seperti takbiratul ihram) dengan mengangkat kedua tangan, dilanjutkan bersujud dengan membaca takbir. Jika telah selesai membaca bacaannya, kemudian bangkit dari sujud untuk duduk disertai takbir lalu salam.

15 Ayat sajdah yang ada dalam Al Qur’an:
1. Surah Al A’raf ayat 206
2. Surah Ar Ra’d ayat 15
3. Surah An Nahl ayat 50
4. Surah Al Isra ayat 109
5. Surah Maryam ayat 58
6. Surah Al Hajj ayat 18
7. Surah Al Hajj ayat 77
8. Surah Al Furqan ayat 60
9. Surah An Naml ayat 26
10. Surah As Sajdah ayat 15
11. Surah Shad ayat 24
12. Surah Fussilat ayat 38
13. Surah An Najm ayat 62
14. Surah Al Insyiqaq ayat 21
15. Surah Al ‘Alaq ayat 19

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *