Surah Ad Dhuha Ayat 1-11 Arab, Latin, dan Artinya

By | Januari 26, 2018

Bacaan Surah Ad Dhuha Ayat 1-11 Arab, Latin, dan Artinya.
Ini adalah surah yang ke-93, terdiri dari 11 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah Makkiyyah karena turun di kota Mekah.

Surah ini diturunkan setelah surah Al Fajr, berisi tentang pemeliharaan Allah terhadap Nabi Muhammad saw dan tidak akan pernah meninggalkannya, lalu larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan menghardik orang yang meminta-minta, kemudian perintah untuk mensyukuri segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah.

Asbabun Nuzul ayat 5
Diriwayatkan oleh Hakim, Baihaqi dalam Dala’il, Thabrani, dan perawi lainnya dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah menjadi bahagia setelah Allah memperlihatkan kepadanya sesuatu yang akan dialami oleh umatnya sebentar lagi. Kemudian Allah berfirman, “Sungguh, kelak Rabbmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.” (Lubabun Nuqul: 213)

Baca juga:
Surah sebelumnya: Al Lail
Surah setelahnya: Asy Syarh/Al Insyirah

اَلضُّحَىٰ
Ad Dhuha: Waktu Duha


وَالضُّحَىٰ ﴿الضحى:١

wadhdhuhaa

1. Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalan),


وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿الضحى:٢

wallaili idzaa sajaa

2. dan demi malam apabila telah sunyi.


مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿الضحى:٣

maa wadda’aka robbuka wamaa qolaa

3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu,[1]


وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُوْلَىٰ ﴿الضحى:٤

walal aakhirotu khoirul laka minal uulaa

4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.[2]


وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ﴿الضحى:٥

walasaufa yu’thiika robbuka fatardhoo

5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.


أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَـَٔاوَىٰ ﴿الضحى:٦

alam yajidka yatiimang fa-aawaa

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).


وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ ﴿الضحى:٧

wawajadaka dhoollang fahadaa

7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[3], lalu Dia memberikan petunjuk.


وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ ﴿الضحى:٨

wawajadaka ‘aa-ilang fa-aghnaa

8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.


فَأَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿الضحى:٩

fa-ammal yatiima falaa taqhar

9. Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.


وَأَمَّا السَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿الضحى:١۰

wa-ammas saa-ila falaa tanhar

10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿الضحى:١١

wa-ammaa bini’mati robbika fahaddits

11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).


Video Murottal Surah Ad Dhuha



[1] Ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw. terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, ” Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya.” Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.

[2] Akhir perjuangan Nabi Muhammad saw. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian mufasir yang mengartikan akhirat dengan “kehidupan akhirat” beserta segala kesenangannya dan ula dengan arti “kehidupan dunia”.

[3] Kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *